Senin, 11 November 2013

DREAM

Aslinya sih mau milih judul yang lebih keren, tapi gak ketemu. Jadi yaudahlah itu aja. Okay no basa basi lagi, saya mau nanya...


"Kamu punya mimpi tentang masa depanmu gak? Bagaimana caranya kamu tahu apakah mimpi itu datangnya dari Tuhan atau bukan?" 



Belakangan topiknya rohani-rohani banget ya? Haha. Tapi entah mengapa rasanya gak enak banget kalau hal-hal penting yang saya tau, yang mungkin bisa memberkati orang lain malah saya simpen buat saya sendiri. Eh kok sombong :))) Langsung aja, menjawab pertanyaan di atas... jawaban yang paling masuk akal yang pernah saya dengar dan kayaknya ga bertentangan sama Alkitab dari pertanyaan tersebut yaitu... Hmm.. Hmmmm... Ya pertanyaan ini ternyata dibales dengan pertanyaan lagi... "Apakah mimpi yang kamu punya itu tujuannya untuk memberkati orang lain atau hanya memuaskan keinginanmu sendiri?" Masuk akal kan ya? Yaaa, then you know the answer. Kalau memang mimpi itu dari TUHAN, gak mungkin cuma kamu doang yang terberkati karena udah pasti banget akan jadi apapun kamu nanti, melalui kamu, TUHAN akan memberkati orang-orang. Entah kamu nanti jadi penulis, dokter, pengacara, pemusik, desain grafis, desain interior, arsitek, businessman, a-pa-pun ju-ga. Sesungguhnya saya pengen banget liat kegerakan anak-anak TUHAN, melalui profesi dan passion mereka masing-masing, bisa jadi pekerja-pekerjanya TUHAN yang luar biasa. Keren kan? Haha. You can call me lebay it's up to you! :D


Murtad

Murtad? 

Kedengerannya serem ya? Iya.


Topik kali ini agak sedikit berat. Haha. Jadi, beberapa bulan belakangan ini, saya terus menerus diingetin tentang hal ini, dan sangat terbeban untuk bagiin. Yang saya tau, murtad itu juga ada prosesnya. Gak ada orang yang dalam semalam bisa langsung ngomong "ah, gw besok mau murtad ah." No way! Kira-kira begini salah satu contoh proses seseorang menjadi murtad (Ingat, ini hanya salah satu contoh aja). Seseorang berdoa minta sesuatu ama TUHAN. Tapi doanya itu belum dijawab-jawab ama TUHAN selama berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun. Lama-lama dia berpikir "sebenernya TUHAN ada gak sih?" Nah pada tahap inilah seseorang akan teruji apakah dia akan menjadi murtad atau "sengsara"-nya itu akan menimbulkan ketekunan, lalu orang itu akan menjadi orang yang tahan uji, dan kemudian sampai pada tahap akhirnya Tuhan menjawab doa karena pengharapan itu tidak mengecewakan ;) Semua anak TUHAN, termasuk saya, udah pastiiii banget ngalamin yang kayak begini. Dimana iblis gencar-gencarnya mau bohongin kita dan matiin iman kita dengan terus meyakinkan kita kalau TUHAN itu gak akan nolong dan gak akan jawab doa kita. Kebetulan, kemarin pembicara di gereja saya bilang, "kalau kita gak merasa terganggu oleh iblis, itu artinya iblis pun gak terganggu oleh kita. Dan kalau kita dan iblis gak saling ganggu-gangguan, jangan-jangan kita hopeng-an sama iblis." Dan bagaimana cara mengganggu iblis? Ya dengan terus-terus-terus jaga hubungan akrab ama TUHAN. Saya pun ngalamin banget doa belum dijawab-jawab TUHAN. Ada yang berbulan-bulan, ada juga yang bertahun-tahun belum dijawab. Rasanya? Gak boong, emang sengsara, haha! Bukan berarti saya ini super kuat dan super religious, tapi saya sendiri ngalamin kalo bukan HIS grace yang tetep jaga walaupun jujur saya udah jenuh luar biasa, dan kalo bukan karena komunitas yang TUHAN kasih, beh saya mungkin akan kalah dan murtad juga. 


Sewaktu saya nulis blog ini, saya keinget terus sama salah satu blog yang pernah membahas hal yang sama. Boleh baca blognya di sini. Sama seperti blogger itu, jujur, memang setiap kali ada anak TUHAN yang ngomong "gw gak akan pernah ninggalin TUHAN", hati saya langsung mengernyit (?) Saat kita ngomong kayak begitu, kita sedang mengandalkan logika dan kemampuan kita sendiri dan jangan heran godaan bakal dateng habis-habisan untuk ngebuktiin ucapan kita. Jangan pernah ngomong "ah Tuhan, kalo dosa bohong sih aku masih mungkin, tapi kalo dosa narkoba atau seks bebas mah aku gak bakal dah..." Mungkin kedengerannya memang positif, tapi yah itu tadi, jangan merasa kuat sendiri yah. Lagi, dan lagi, dan lagi, kita harus ngakuin kalo kita itu lemah. Yang bikin kuat dan ngejaga kita itu TUHAN. Inget tentang cerita Petrus? Waktu itu kira-kira dia bilang "TUHAN, walaupun orang lain terguncang imannya, aku sekali-kali gak akan." Dan yaaa.. kamu mungkin udah tau sendiri cerita selanjutnya. Gak perlu waktu lama, besokannya dia menyangkal TUHAN bahkan sampe 3 kali. Ti-ga ka-li. Dan di waktu sebelumnya pun, TUHAN pernah menegur Petrus dengan sangat keras ketika TUHAN YESUS mulai menyatakan kalau DIA akan menderita, dan apa yang Petrus bilang? Kira-kira dia bilang "hal itu sekali-kali takkan menimpa ENGKAU", kemudian Petrus ditegur "Enyahlah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-KU, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan ALLAH, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Semuanya mengandung kata seputar gak akan, gak akan, gak akan. Haha. Jadi ya, dari ini semua saya belajar, instead of saying "gue gak akan ninggalin TUHAN", atau "gue gak akan begini dan begitu", adalah lebih bijak kalo kita ngomong "TUHAN, kuatin aku terus ya..." :) 



Ini adalah salah satu kutipan kalimat bagus dari banyak banget kalimat yang bagus-bagus yang ditulis blogger itu:

"And kita mau serohani gimana pun, kita punya tendency untuk jatuh. Ada quote yg I came across a few weeks ago yg for me, it is very true… 
There are no guarantees that if we began well we will finish well. It is only through God’s grace that we can be faithful to our calling. Each of us is capable of falling away from God. Pray that God will keep you faithful to the purposes He has for your life. He strengthens those whose hearts are fully committed to Him."



Brainwash(ed)

"Kalo kita bermimpi besar, kita akan menjadi orang besar!"


"Kalo kita yakin kita bisa, kita pasti bisa!" 




Merasa ada yang salah gak dengan kata-kata di atas? Kata-katanya terkesan positif banget ya? Tapi sadar gak sih dari kata-kata di atas ada sesuatu yang kurang? Iya, kurang ngandelin TUHAN. Baru beberapa minggu yang lalu saya dibukain tentang hal ini sama seorang pastor yang sharing di gereja saya. Sadar gak sadar, selama ini kita di-brainwash oleh motivator-motivator yang seolah kata-katanya positif. Saya inget satu kuote dari si pastor muda dan tampan yang dipakai oleh Tuhan ini, yaitu "dunia ini ngajarin kita percaya diri, tapi Alkitab itu ngajarin kita percaya TUHAN!" Kita semua harus mengakui kalau diri kita itu lemah, dan saat itulah TUHAN turun tangan. Kalau kita udah merasa kuat sendiri, secara gak langsung kita mendeklarasikan bahwa kita gak butuh TUHAN. Yang begini ini ya gimana TUHAN gak ogah nolong? 


Dan... Oh iya! Si pastor ini juga sempet bilang, motivasi kita untuk sukses itu jangan cuma karena mau buktiin ke orang-orang yang pernah menganggap remeh kita kalau kita bisa. Karena dengan pemikiran seperti ini, sadar gak sadar kamu sedang menyimpan akar dendam dalam kesuksesanmu nanti. ;)


Yaaa, as a conclusion, cuma mau nanya... Percaya diri bisa bikin kita sukses dan kaya gak? Ya tentu aja bisa. Tapi tanpa penyertaan TUHAN, dan yaudah.... gitu aja. Gitu gimana? Ya begitu, abis mati tinggal jadi bangke aja gitu. Ya udah, gitu aja hidupnya. Byeee :')