Semua itu terjadi begitu saja. Hubungan erat yang tiba-tiba terjadi dalam sekejap mata. Aku, si anak yang biasa saja. Masuk semester tiga tanpa kenal siapa-siapa. Oh iya, hampir lupa! Ada seorang anak yang sudah kukenal sejak lama. Beberapa orang lagi mulai kukenal selanjutnya. Dan dimulailah kisahnya..
and the story goes...
...
...
...
Ia, yang sudah kukenal sejak lama. Ceroboh dan santai adalah sifat utamanya. Awal semester tiga kita selalu duduk bersama. Tapi lama-lama duduk di depan, rasa jenuh mulai terasa. Akhirnya kuputuskan beralih ke belakang bersama teman lainnya. Dan ternyata menyenangkan rasanya. Bukannya salah, bukannya apa. Karena sang teman lama tak mau diajak bersama. Hmmm... ini tentang kacamata yang hilang rupanya.
...
...
...
Seorang anak bercakap dengan ramahnya. Murah senyum dan sangat baik pula orangnya. Tapi ternyata itu tidak berlangsung begitu lama. Kian hari kian terlihat aslinya. Setiap hari ia keluarkan wajah tertindasnya. Tidak lupa nada suara yang membuat siapapun yang mendengarnya kan tertawa. Tapi sungguh, setiap kali saya melihatnya saya kasihan padanya. Saya pun mengangkatnya menjadi boss utama.
...
...
...
Hadir lagi seorang yang tak mampu dikata. Sorot mata tajam yang menyiratkan kemarahan terlihat di wajahnya. Itu agak terlihat menyeramkan pada awalnya. Ditambah lagi dengan suara yang menggelegar dan membahana. Terutama suara tawanya. Tapi rupanya ia sangat baik orangnya. Dan ternyata awalnya saya memang sempat membuat marah dirinya. Saya pun minta maaf dan akhirnya dimaafkan begitu saja.
...
...
...
Lalu muncullah seorang yang tak kalah juteknya. Dengan wajah tanpa senyuman ia berlalu begitu saja. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah peribahasa yang cocok untuknya. Namun kemudian kebenaran mulai terbuka. Ternyata ia begitu senang tertawa. Dan jangan ditanya bagaimana caranya tertawa. Aneh dan jarang, itulah yang saya rasakan ketika mendengarnya. Satu lagi yang khas darinya. Ia sangat galau rupanya!
...
...
...
Tidak lupa satu lagi seorang yang begitu luar biasa. Luar biasa dalam hal bakat, sifat, dan pengalaman hidupnya. Yang saya rasakan adalah bahwa ia sangat berbeda luar dan dalamnya. Awal kenal sepertinya ia begitu sinting dan gila. Namun kata-kata motivasi pemberi semangat selalu dikeluarkannya. Walaupun seringkali juga bersamaan dengan latah dan omong joroknya.
...
...
...
Dan kami semua lalu tergabung dalam suatu tugas mulia. Ya, mungkin memang bukan tugas untuk mendamaikan dunia. Tapi tugas ini begitu penting bagi kami semua. Saya sih tidak tahu kalau nanti Tuhan punya misi bagi kami semua. Yang saya tahu, ini bukan kebetulan, dan mungkin Tuhan memang sengaja mengumpulkan kami semua untuk saling menguatkan satu sama lainnya dalam suka dan duka. Duileeee peyang bahasanyaaa.. Hahahahaha..
Tulisan ini merupakan kado valentine dari saya, spesial untuk mereka...
Yaaa... dan inilah mereka...

